Tuesday, February 14, 2012

Berkat MAU Mencoba



Sebenarnya saya bukan termasuk orang yang berani berbicara di depan publik, tetapi berkat support dari teman-teman, dosen, dan keluarga tercinta, akhirnya saya memberanikan diri untuuukkk.. eenng iing eeeng... ~ ~ ~





Hahahaha.. walau videonya kelihatan tidak terlalu jelas, tapi dari jenongnya bisa menunjukan kalau itu memang saya. :)
Ketika saya sedang PKL di kamar bayi tiba - tiba teman saya datang dan percakapan yang terjadi kira - kira begini.
Devi  : "Lo harus ikut res!".
Raras : "Apa nih?".
Devi  : "Undangan lomba pidato bahasa inggris, lo pasti bisa, kalo bukan lo siapa lagi".
Raras : "Ah, gila! Ga PD gueee.. emangnya gue bisa?".
Dhara : "Coba aja lagi res, kan kalo ga dicoba dulu kita gak bakal tau."

Akhirnya setelah dibujuk - bujuk, dirayu - rayu, dimanja - manja (abaikan). Saya memutuskan untuk bilang,
"Oke, gue ikut!"
Bukan hal mudah buat membunuh rasa takut dan tidak percaya diri apalagi ini pengalaman pertama ikut lomba pidato. Bahasa Inggris pulaaaa???!

"Eh, Akper ini pake ada les khususnya loh buat persiapan lomba," kata seorang teman menyebutkan salah satu lembaga kursus bahasa Inggris terbaik di Jakarta. "Haaa, serius?", ujar saya kaget.
Sedangkan saya hanya bermodalkan materi apa adanya, latihan sendirian, dan juga konsultasi sama dosen pembimbing dari luar via email. Dan alangkah baiknya teman - teman mau dengerin saya teriak - teriak setiap hari serta memberi masukan yang membangun kepada saya.

Terkadang saya berfikir "Apa salahnya mencoba? Pasti bisa! Lagian gak kenal ini kok, kenapa mesti malu?". Terkadang juga seperti ini "Duh, gimana nih, bisa gak ya gue, jangan - jangan mereka lebih baik, lebih bagus.. apalagi... jangan - jangan... gimana kalo.... bagaimana ini....," perasaan takut gagal selalu datang dan bikin saya down dan rasanya inigin mundur saja. Semakin dekat dengan hari H, semakin gugup rasanya.
"Huaaaa, GUE HARUS BERANI! Majuiiinnnnn!". <----- (macem anak STM mau tawuran)

Dan akhirnya "it's show time".
Hari itu saya dapat nomor undian ke-3. Satu persatu para peserta tampil di mimbar, dan semakin lama kepercayaan diri mulai timbul. Ternyata tidak se-seram yang saya bayangkan. Akhirnya tiba saatnya pengumuman dan hasilnya.....


Hehehehe.. tidak menyangka loh ini saya. Meskipun hanya bertengger di posisi tiga tapi seneng banget. Ini buah hasil kerja keras dan melawan rasa takut gagal. Nama saya dipanggil maju ke depan. Andaikan saya waktu itu tidak mau mencoba... :)

Lepas dari penghargaan yang saya peroleh, yang saya garis bawahi disini adalah prosesnya. Proses melawan rasa takut gagal, memupuk percaya diri dan berani mecoba. Tidak ada salahnya kawan. Apalagi untuk sesuatu hal yang baik. Bertambah satu lagi nilai positif dalam diri saya. Horeeee :D
Tanpa memulai tidak akan ada proses dan tanpa proses tidak akan ada hasil. Jangan takut untuk bermimpi dan jangan takut gagal. Takutlah karena tidak pernah mencoba.

Kutipan dari seorang Andrie Wongso:
"Jangan takut gagal sebelum mencoba, 
 Jangan takut jatuh sebelum melangkah, 
 Kesuksesan milik orang yang berani mencoba!
 Ingat! Apa yang tidak mungkin seringkali belum pernah dicoba"

Selamat mencoba kawan. Keep fighting for one good thing :)

~Fin~





Thursday, February 9, 2012

Semuanya Harus Lillahita'ala





Mengekspektasikan sesuatu secara berlebihan pada permulaan, bisa jadi awal dari rasa kecewa jika sesuatu tersebut tidak sesuai dengan harapan kita. Apapun hal nya, bersiaplah untuk segala kemungkinan.

Sebenarnya saya seharusnya bisa banyak belajar dari pengalaman sebelumnya. Dimana pada awalnya saya harus bisa lebih aware dan mempersiapkan segalanya termasuk hati, agar pada saat terjatuh nanti, saya sudah siap.

Untungnya seseorang dari masa lalu saya dulu selalu menekankan pada diri saya, "Hidup itu adalah pilihan, setiap A atau B pasti akan ada konsekuensi dari keputusan yang kita pilih. Dan konsekuensinya ada dua kemungkinan, baik atau buruk, jadi tidak selamanya konsekuensi itu berarti buruk".

Dan semenjak itu saya selalu menekankan pada diri saya dengan kalimat " BIG girl never regret of what she has decided" agar tidak ada kesempatan untuk kita buat menyesal dan menyalahkan. Yang ada hanya selalu berpikir positif. Tidak ada sesuatu yang sia - sia, bahkan yang terburuk sekalipun. Bahkan yang buruk itu mungkin adalah berlian yang belum dibuka bungkusnya. Yang terbaik adalah kembalikan semuanya pada Allah. Jadi, untuk menghindari ekspektasi yang berlebihan, segalanya harus Lillahita'ala. Karena DIA maha mencintai kita. Segala hal yang diberiNYA PASTI yang terbaik.

Termasuk dalam mencintai, apalagi dalam hal ini, harus benar - benar lillahita'ala kalo menurut saya. Karena perasaan dan hati punya andil penuh dan kadang logika pun seakan mati suri. Baru bangun lagi kalo udah patah hati, hehehehhe... Just kidding. Lillahita'ala aja, cinta karena Allah ternyata lebih indah loh. Dijamin gak bakal kecewa. Kalaupun nantinya sakit hati, balikin aja semua hati yang hancur lebur itu ke Allah, dijamin bakal rekat lagi kaya pake lem jepang yang 5000an di lampu merah matraman :).

Berdoa, bila dia malah menjauhkanmu dari sisiNYA lebih baik jauh - jauh deh, nanti Allah cemburu loh.

Tapi memang bila dia datangnya dikasih sama Allah, itulah yang namanya cinta sejati. Dimana kita bisa merasakan kehadiranNYA saat sedang bersama pasangan kita. Saling mencintailah karena Allah, karena rasa cinta datangnya dari Allah, kita cuma minjem. :D




~ Fin ~